PENGANTAR ILMU EKONOMI

 

SOAL DAN JAWABAN

  1. 1.      Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi?

–       Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi-konsumsi,dan atau distribusi.

–       Menurut Alfred Marshall

Ilmu ekonomi adalah suatu bidang studi tentang umat manusia dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1. 2.      Sebutkan Prinsip-prinsip Ekonomi!
  2. Kita harus melakukan “Trade-Off”
  3. Biaya adalah apa yang anda korbankan untuk memperoleh sesuatu
  4. Orang rasional berpikir secara bertahap
  5. Kita bereaksi terhadap insentif
  6. Perdagangan dapat menguntunghkan segala pihak
  7. Pasar secara umum adalah wahana yang baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi
  8. Pemerintah ada kalanya dapat memperbaiki hasil-hasil mekanisme pasar
  9. Stamndar hidup dalam suatu Negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa.
  10. Harga-harga meningkat jika pemerintah mencetak uang trerlalu banyak.
  11. Masyarakat menghadapi Trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran.

 

  1. 3.      Sebutkan Mazhab-mazhab Ilmu Ekonomi! Dan berikan masing-masing contoh!

Mazhab/Aliran Ilmu Ekonomi

  1. Skolastik
    Ciri utama dari aliran ini adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dengan masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Asumsi-asumsi aliran ini adalah: (i) Kepentingan-kepentingan ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan; (ii) Perilaku ekonomi adalah salah satu aspek perilaku pribadi yang terkait dengan aturan-aturan moralitas. Tokohnya adalah Albertus Magnus dan Thomas Aquinas.

 

  1. Merkantilisme
    Menurut aliran ini, setiap negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan perdagangan dengan negara lain. Sumber kekayaan negara akan diperoleh melalui surplus perdagangan luar negeri yang akan diterima dalam bentuk emas atau perak. Jadi sumber kekayaan negara adalah dari perdagangan luar negeri. Selanjutnya, uang sebagai hasil surplus perdagangan adalah sumber kekuasaa. Tidak heran kalau kebijakan perdagangan waktu itu sangat mendorong ekspor dan sedapt mungkin berusaha agar impor dibatasi. Tokohnya adalah Jean Boudin, Thomas Munn, Jean Baptist Colbert, David Hume. Boudin berpendapat bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dapat menyebabkan naiknya harga barang-barang. Selain itu, kenaikan harga barang-barang juga dapat disebabkan oleh praktik monopoli serta pola hidup mewah di kalangan kaum bangsawan. Dalam praktik ekonomi banyak terjadi aliansi antara para saudagar dengan penguasa. Kaum saudagar memperkuat dan mendukung penguasa. Penguasa pun memberi bantuan dan perlindungan berupa monopoli, proteksi dan keistimewaan-keistimewaan lain.

 

  1. Fisiokratik
    Kaum fisiokrat menganggap bahwa sumber kekayaan yang senyata-nyatanya adalah sumber daya alam. Aliran ini percaya bahwa alam diciptakan Tuhan penuh keselarasan dan keharmonisan. Hukum alam yang penuh dengan keselarasan dan keharmonisan ini berlaku kapan saja, di mana saja, dan dalam situasi apa pun (bersifat kosmopolitan). Kaum fisiokrat percaya bahwa sistem perekonomian jug mirip dengan alam yang penuh harmoni. Dengan demikian, setiap tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing juga akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak. Beri manusia kebebasan dan biarkan mereka melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing. pemerintah tidak perlu campur tangan dan alam akan mengatur semua pihak akan senang dan bahagia. Inilah cikal bakal doktrin klasik laissez faire laissez passer. Tokoh utamanya adalah Francis Quesnay. Quesnay membagi masyarakat menjadi empat golongan yaitu: (i) kelas produktif yang aktif mengolah tanah; (ii) kelas tuan tanah; (iii) kelas nonproduktif seperti saudagar dan pengrajin; (iv) kelas buruh yang menerima upah dari tenaganya. Quesnay menganjurkan agar kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah harus ditujukan terutama untuk meningkatkan taraf hidup para petani atau kaum produktif.

 

  1. 4.      Teori Klasik

Tokoh utamanya adalah Adam Smith. Smith berpendapat bahwa sifat egoistis manusia akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan. Sikap egoistis ini tidak akan mendatangkan kerugian dan merusak masyarakat sepanjang ada persaingan bebas. Setiap orang yang menginginkan laba dalam jangka panjang (artinya serakah), tidak akan pernah menaikkan harga di atas tingkat harga pasar. Smith juga menyatakan bahwa setiap barang memiliki nilai guna dan nilai tukar. Nilai tukar ditentukan biaya-biaya untuk memproduksinya. Jadi barang yang memiliki nilai guna tinggi belum tentu nilai tukarnya tinggi pula. Misalnya air dan intan, air lebih berguna dari intan tapi tidak lebih mahal dari intan karena biaya memproduksi intan lebih besar dari pada biaya untuk memproduksi air (Teori Nilai). Pendapat Smith yang lain adalah bahwa produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui pembagian kerja (Teori Pembagian Kerja). Teori akumulasi kapital menyatakan cara terbaik untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya ialah dengan investasi yaitu membeli mesin-mesin dan peralatan. Dengan mesin-mesin dan peralatan yang lebih canggih maka produktivitas pekerja akan semakin meningkat. Peningkatan produktivitas pekerja akan meningkatkan produksi perusahaan. Jika semua perusahaan melakukan hal yang sama, output nasional yang juga berarti kesejahteraan masyarakat, akan meningkat pula.

 

  1. Sosialisme
    Sosialisme dimaksudkan untuk menunjukkan sistem-sistem pemilikan dan pemanfaatan sumber-sumber produksi (selain labor) secara kolektif. Sosialisme menggambarkan pergeseran milik kekayaan dari swasta ke pemerintah yang berlangsung secara bertahap melalui prosedur peraturan pemerintah dengan memberikan kompensasi pada pemilik-pemilik swasta. Sedangkan komunisme menggambarakan peralihan pemilikan dari swasta ke tangan pemerintah yang terjadi secara cepat dan revolusioner, dilakukan secara paksa dan tanpa kompensasi.

a. Sosialisme Utopis

Tokohnya adalah Thomas More. Ia berpendapat semua milik merupakan milik bersama, segala kebutuhan disediakan secara bersama-sama. Untuk menghasilkan barang dan jasa, semua orang harus bekerja. Masyarakat dianjurkan untuk hidup sederhana. Orang tidak perlu bekerja mati-matian dalam waktu terlalu lama, melainkan cukup sekedar dapat memenuhi kebutuhan dengan bekerja sekitar enam jam setiap hari. Dalam hidup penuh kebersamaan ini, uang tidak diperlukan. Pakaian semua orang seragam. Perhiasan emas dan perak tidak dihargai. Pemerintahan dijalankan secara demokratis dan pimpinan untuk seumur hidup adalah merupakan hasil pemilihan rakyat. Saint Simon menganjurkan perlu ada suatu lembaga yang mampu melakukan pengawasan yang bertugas mengawasi penggunaan sistem produksi yang saat itu dikuasai oleh kaum feodal agar dapat mensejahterakan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Anggota dari lembaga pengawas tersebut adalah scientist, teknisi dan para pimpinan pengusaha.

b. Sosialisme Komunitas Bersama

Oleh Charles Fourier diilustrasikan sebagai berikut: suatu unit komunitas yang terdiri dari 800-2000 orang yang tinggal dalam suatu apartment hotel secara bersama yang di dalamnya terdapat toko-toko untuk melayani kebutuhan setiap orang. Apartment hotel tersebut dikelilingi oleh daerah pertaniannya sendiri, tempat kebutuhan makanan akan dihasilkan. Dalam komunitas tersebut setiap orang harus bekerja menurut kesukaan, kecakapan, dan bakat masing-masing. pada akhir tahun pembukuan, keuntungan dibagi menurut prestasi kerja, kapital dan kecakapan masing-masing. pekerja memperoleh 5/12 bagian, manajer memperoleh 4/12 bagian dan pemilik modal memperoleh 3/12 bagian.

 

  1. Marxisme
    Marxisme melihat bahwa akumulasi kapital di tangan kaum kapitalis memungkinkan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Akan tetapi, pembangunan dalam sistem kapitalis sangat bias terhadap pemilik modal. Untuk bisa membangun secara nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, perlu dilakukan perombakan struktural melalui revolusi sosial. Langkah berikutnya, penataan kembali hubungan produksi, khususnya dalam sistem pemilikan tanah, alat-alat produksi dan modal. Sejarah masyarakat pada hakikatnya adalah sejarah pertentangan kelas. Di jaman kuno ada tuan/majikan dan budaknya. Di jaman pertengahan ada tuan tanah dan hamba sahaya yang menggarap tanah milik tuannya. Di jaman modern ada pengusaha yang memiliki alat-alat produksi dan buruh yang menjual tenaga kerjanya. Selain itu, ada masyarakat kelas kaya dan masyarakat kelas miskin. Kelas yang lebih bawah selalu berusaha untuk membebaskan dan meningkatkan status kesejahteraan mereka (teori pertentangan kelas). Nilai dari hasil kerja para buruh jauh lebih besar dari jumlah yang diterima mereka sebagai upah alami. Kelebihan nilai produktivitas kerja buruh atas upah alami disebut sebagai nilai lebih yang dinikmati oleh para pemilik modal. Menurut Marx, nilai dari suatu komoditas ditentukan oleh nilai labor yang diejawantahkan secara langsung maupun tidak langsung dalam komoditas plus laba (teori nilai lebih). Marx juga berpendapat bahwa semua kelompok masyarakat akan mengalami fase-fase sebagai berikut: komunisme primitif (persukuan), perbudakan, feodalisme, kapitalisme, sosialisme, dan komunisme.

 

  1. Revisionisme
    Pakar-pakar sosialis yang menganggap kejatuhan kapitalisme tidak harus melalui revolusi kekerasan inilah yang diklasifikasikan sebagai aliran revisionisme atau deviationists (karena banyak perbedaan dengan Marx). Untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat, terutama kaum buruh di negara-negara kapitalis, sebaiknya dilakukan dengan menegakkan demokrasi. Salah satunya dengan melibatkan diri dalam gerakan-gerakan serikat perburuhan demi memperbaiki posisi tawar-menawar kaum buruh. Tokohnya Edward Bernstein menyatakan konflik antara kapitalis dan buruh akan melemah. Kaum buruh yang tingkat kesejahteraannya meningkat, tidak mempunyai alasan untuk melakukan revolusi menjatuhkan kapitali. Dengan semakin baiknya pendidikan masyarakat dan dilakukannya pencerahan serta ditingkatkannya nilai-nilai demokrasi maka kejahatan atau keburukan kapitalisme secara perlahan akan berkurang dengan sendirinya. Dalam jangka panjang masyarakat yang sudah lebih terdidik ini akan memilih sosialisme secara sukarela tanpa harus melalui revolusi dengan kekerasan.

 

 

 

 

  1. 8.      Neo Klasik

Para pakar neo-klasik di atas dalam membahas ramalan Marx menggunakan konsep analisis marjinal. Beberapa penulis ekonomi menyebut langkah yang sudah dilakukan para pakar ekonomi neo klasik tersebut sebagai revolusi marjinal, sebab telah ditemukan suatu analisis baru yaitu pendekatan marjinal. Analisis marjinal pada intinya merupakan pengaplikasian kalkulus diferensial terhadap tingkah laku konsumen dan produsen serta penentuan harga-harga di pasar. Tokoh terdahulunya adalah Heindrich Gossen. Menurutnya, manfaat tambahan (marginal utility) dari pengonsumsian suatu macam barang akan semakin turun jika barang yang sama dikonsumsi semakin banyak dan bahwa sumber daya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara relatif untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang relatif tak terbatas. Dengan adanya kendala (constraint)ini, kepuasan maksimum yang bisa diperoleh terjadi pada saat manfaat tambahan sama untuk tiap barang yang dikonsumsi tersebut dengan syarat semua sumber daya dan dana terpakai habis seluruhnya.

Sebagai contoh seperti:

  • Mazhab Austria
  • Mazhab Lausanne
  • Mazhab Cambridge

 

  1. Historis
    Menurut aliran historis, pengalaman sejarah memberikan cukup banyak bukti bahwa motif orang dalam bertindak tidak hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, tetapi juga didorong oleh etika dan impuls-impuls lainnya. Masyarakat harus dianggap sebagai suatu kesatuan organisme tempat interaksi sosial berkait dan berhubungan antarindividu sehingga kegiatan masyarakat dilandaskan pada suatu sistem yang menyeluruh yang mencakup semua organisme dalam kehidupan bermasyarakat sebagai suatu keseluruhan. Aliran historis sepakat untuk meminta campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Intervensi pemerintah diharapkan mampu membawa proses ekonomi pada tujuan-tujuan sosial dan ekonomi yang diinginkan bersama. Menurut aliran historis prinsip-prinsip ekonomi dipengaruhi oleh adat istiadat, tradisi, agama, nilai-nilai dan norma-norma lingkungan setempat sehingga tidak berlaku secara universal seperti yang dinyatakan oleh kaum klasik dan kaum neo klasik.

 

  1. Institusional
    Tokohnya adalah Thorstein Bunde Veblen. Veblen menilai pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap tingkah laku ekonomi masyarakat. Ada sedikit persamaan antara aliran institusional dengan aliran historis, sebab keduanya sama-sama menolak metode klasik. Akan tetapi, dasar falsafah dan kesimpulan-kesimpulan politik kedua liran tersebut berbeda. Aliran institusional menolak ide eksperimentasi sebagaimana yang dianut oleh aliran historis. Begitu juga pusat perhatian, aliran institusional terhadap masalah-masalah ekonomi dalam kehidupan masyarakat juga berbeda. Veblen mengemukakan bahwa motivasi konsumsi tidak hanya berdasarkan rasio melainkan emosi. Orang berusaha mengejar leisure atau kesenangan dengan membeli barang-barang yang digunakan untuk pamer (conspicuous consumption). Veblen juga mengemukakan bahwa pada masa sekarang laba dan keuntungan sebagian tidak lagi diperoleh melalui kerja keras dengan menciptakan barang-barang yang disukai konsumen, tetapi lewat “trik-trik bisnis”. Produksi ini disebutnya Production for Profit sebagai pertentangan dari Production for Use. Selain itu, banyak para pengusaha yang memiliki modal besar dan menguasai sejumlah perusahaan tetapi tidak ikut terjun langsung dalam kegiatan operasional perusahaan. Golongan ini disebutnya sebagai absentee ownership. Tokohnya yang lain adalah Gunnar Myrdal dan Joseph A. Schumpeter. Schumpeter menekankan mengenai pentingnya kewirausahaan untuk membangun perekonomian.

 

  1. Keynesian
    Keynes menyatakan dalam perekonomian yang yang lebih maju, masyarakatnya telah mengenal tabungan sehingga sebagian dari pendapatan akan mengalami kebocoran (leakage). Kebocoran tersebut berbentuk tabungan sehingga arus pengeluaran tidak lagi sama dengan arus pendapatan. Dengan demikian, permintaan agregat akan lebih kecil dari penawaran agregat. Keynes merekomendasikan agar perekonomian tidak diserahkan begitu saja pada mekanisme pasar. Hingga batas tertentu, peran pemerintah justru diperlukan. Dalam situasi terjadi gerak gelombang kegiatan ekonomi, pemerintah dapat menjalankan kebijakan pengelolaan pengeluaran dan pengendalian permintaan efektif dalam bentuk “kontra-siklis” dan “anti-siklis”. Para pakar keynesian juga menghasilkan teori-teori yang menerangkan dan mengantisipasi fluktuasi ekonomi dan stabilitas perekonomian serta teori-teori yang berhubungan dengan pertumbuhan dan pendapatan. Tokohnya antara lain Simon Kuznets dan Paul Samuelson.

 

  1. 12.  Post Keynesian

Post keynesian adalah sekumpulan ahli yang menyatakan berbagai pandangan tentang ekonomi makro modern yang berakar dari pemikiran keynes namun sudah berkembang lebih jauh. Teori yang mereka kembangkan hanya dibicarakan sepintas oleh keynes tetapi tidak dibuat dalam model formal. Terkadang pemikiran post keynesian ini begitu berkembanganya sehingga ada yang lari atau bahkan secara implisit mengabaikan unsur-unsur pokok teori umum keynes. Lima hal yang perlu diperhatikan dari pemikiran post keynesian adalah (i) mereka cenderung berpendapat bahwa penyesuaian lebih banyak terjadi lewat penyesuaian kuantitas daripada harga; (ii) pendistribusian pendapatan antara laba dan upah memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan investasi; (iii) ekspetasi dan laba adalah penentu utama perencanaan investasi; (iv) unsur kelembagaan kredit dan keuangan berintegritas mempengaruhi siklus ekonomi; (v) fokus pembahasan teori post keynesian adalah menjawab pertanyaan mengapa perekonomian tidak berjalan dengan mulus seperti asumsi klasik.

  1. Monetaris
    Pada prinsipnya kaum monetaris mengajukan proposisi yaitu perkembangan (kejutan) moneter merupakan unsur yang penting dalam perkembangan produksi, kesempatan kerja, dan harga-harga; bahwa pertumbuhan jumlah uang beredar merupakan unsur yang paling dapat diandalkan dalam perkembangan moneter; dan bahwa perilaku otoritas moneter menentukan pertumbuhan jumlah uang beredar dalam gelombang konjunktur. Penekanan pokok pandangan monetaris terletak pada stok uang. Perubahan dalam jumlah uang beredar sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat inflasi dan GNP riil dalam jangka panjang. Walaupun laju pertumbuhan uang sangat menentukan unjuk kerja GNP namun dampaknya sendiri berlangsung setelah beberapa waktu (adanya lag). Jangka waktu itu sulit diprediksi secara pasti. Lamanya lag bisa enam bulan (short lag) dan bisa sekitar dua tahun (long lag). Moneteris menyimpulkan bahwa secara umum laju pertumbuhan uang yang tinggi akan menyebabkan booms dan inflasi. Sebaliknya, penurunan dalam laju pertumbuhan uang dapat menimbulkan resesi dan kadang-kadang bahkan juga deflasi.

 

  1. 4.      Apa tujuan atau manfaat belajar ilmu ekonomi  bagi jurusan Hubungan Internasional?

–       Dapat membantu memahami wujud perilaku ekonomi dalam dunia nyata.

–       Dapat lebih memahami ilmu ekonomi secara luas dan di dunia internasional\

–       Memberikan pemahaman potensi dan kebijakan ekonomi

 

  1. 5.      Jelaskan apa perlunya mempelajari ilmu ekonomi di lihat dari perspektif

a.Ilmu social

Ekonomi sebagai salah satu ilmu social sangat perlu untuk dipelajari. Sebab, dengan mempelajari ilu ekonomi kita dapat mengetahuiberbagai hal penting dalam hidup masyarakat seperti produksi dan pembagian kekayaan dalam masyarakat.

b.Terapan/tehnik

Kita perlu mempelajari ilmu ekonomi karna, dalam ilmu ekonomi kita dapat mengetahui perkembangan masyarakat,dan pertumbuhan ekonomi dalam masyarakat. Dan dengan mempelajari ilmu ekonomi kita akan mengetahui tentang berbagai bentuk-bentuk usaha yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

c.Sumber daya

Dengan mempelajari ilmu ekonomi, kita dapat lebih banyak mengenal sumber daya-sumber daya yang berpengaruh dalam hidup masyarakat. Sebagai contoh seperti: SDA (Sumber daya alam),SDM (Sumber daya manusia), SD (Sumber dana), Sumber organisasi dsb.

  1. 6.      Jelaskan pengertian sistem perekonomian?

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Contoh:

Ada 3 sistem perekonomian di dunia, yaitu:

  • Sistem Ekonomi Tradisional
  • Sistem Ekonomi Komando/Pusat/Perencanaan
  • Sistem Ekonomi Pasar/Liberalis/Kapitalis
  • Sistem Ekonomi Campuran

 

  1. 7.      Apa saja masalah-masalah pokok di dalam ilmu ekonomi?

Berdasarkan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka manusia harus memilih barang-barang mana yang perlu dihasilkan agar mendapatkan hasil kepuasan yang maksimum. Karenanya, timbullah 3 masalah-masalah pokok ekonomi berikut ini:

  1. Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan (what).
  2. Bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan (how).
  3. Untuk siapa barang dan jasa itu dihasilkan (for whom).
  1. 8.      Apa yang di maksud dengan pasar dan berikan contohnya! jelaskan jenis-jenis pasar dan masing-masing contohnya!

a. Pasar secara sempit adalah diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk bertransaksi barang dan jasa.Akan tetapi, ada juga pasar yang tidak mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung misalnya: Pasar saham. Sehingga, pasar dapat diartikan secara luas,proses dimana penujual dan pembeli saling berinteraksi untuk menetapkan harga keseimbangan. Maka secara umum, pasar adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran, sehingga dapat menetapkan harga.

b. Jenis-jenis Pasar

1. Pasar Persaingan Sempurna

Penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga, sehingga harga pasar merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran.

Co: Pasar beras.

2.Pasar Oligopoli

Pasar dimana satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan.

Co: Pasar Semen Indocement, Semen Padang, semen Cibinong, dan Semen Gresik.

3.Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar   yang terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang serupa, tetapi memiliki perbedaan pada beberapa aspek.

Co: Pasar sepeda motor di Indonesia

  1. 9.      .Dalam teori pasar atau ilmu ekonomi dikenal dengan hulu dan hilir.  Jelaskan industry hulu dan hilir sertakan dengan contohnya!
  • Industri Hulu

Industri hulu adalah industri yg memproduksi bahan baku dan bahan penolong (besi, baja lembaran, dsb).  Industri ini biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti perusahaan milik Negara dengan menggunakan sumber-sumber daya dalam Negara.

Contoh: BUMN ( Badan Usaha Milik Negara),PERTAMINA, Pertambangan dsb.

  • Industri Hilir

Industri hilir adalah industri yg memproduksi barang yg siap dipakai oleh konsumen. Industri hilir, Industri ini sebagai perpanjangan proses dari industri hulu. Pada umumnya industri ini mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Lokasinya selalu diupayakan dekat pasar. Menggunakan teknologi madya dan teruji, Banyak menyerap tenaga kerja.Industry yang biasanya dilakukan oleh anak cabang BUMN atau perusahaan kecil yang industrinya langsung disalurkan ke masyarakat.

Contoh: SPBU.

 

  1. 10.  Dalam ilmu ekonomi dikenal dengan input,proses,dan output beserta dengan contohnya!
  • Input dalam ilmu ekonomi adalah pemasukan atau pengumpulan bahan baku untuk memproduksi suatu barang atau jasa.

 

  • Proses adalah produksi barang dan jasa yang sudah ada bahan bakunya untuk diproses menjadi suatu barang sesuai kebutuhan manusia.

 

  • Output adalah hasil dari proses produksi yang dapat berupa  barang contohnya seperti: Sepatu dll.

 

  1. 11.  Dalam ilmu ekonomi dengan berbagi macam sumber daya .Jelaskan masing-masing sumber daya dan masing-masing contohnya!
  • Sumber daya ekonomi dibagi menjadi 4 macam:
  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Sumber Daya Kewirausahaan
  4. Sumber Daya Modal

1. -Sumber Daya Alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam.

    -Cara Pemanfaatannya : 

      Melestarikannya dan mengelola dengan sebaik dan sebenar mungkin.

    -Contoh :

     angin,air,tumbuhan Dsb.

 

2. Sumber Daya Manusia adalah segala kegiatan manusia baik fisik maupun rohani yang ditunjukkan untuk kegiatan produksi.

    -Cara Pemanfaatannya :

     Adanya pembagian tugas dan kesehariannya.

    -Contoh :

     Dokter,nelayan,petani,direktur Dsb.

3. Sumber Daya Kewirausahaan adalah Semangat, sikap, dan perilaku seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan ekonomi sehingga bisa menghasilkan keutungan.

  • Seseorang wirausaha pasti memiliki : Keberaniaan, kreativitas, selalu berpikiran jauh ke depan, dan bisa melihat peluang usaha yang menguntungkan. Contoh : Mendirikan usaha tempe, usaha baju, usaha kerudung, usaha tahu, usaharoti, dll.
  • Cara Pemanfaatan :     a. Melayani dengan baik,

b. Tidak merugukan, 

c. Mengurangi pengangguran, dll.

4. Sumber Daya Modal adalah Sumber Daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang dan digunakan untuk membantu kegiatan produksi.

  • Contoh : Bahan baku, loyang, mixer, tanah untuk pertanian, dll.
  • Berupa Uang Atau Barang.
  • Cara Pemanfaatan :     a. Menggunakan efisien (sesuai kebutuhan),

b. Merawat, memperbaiki, memelihara secara rutin, dll.

  • Sumber Daya Modal dibagi menjadi 3 yaitu :
  • Berdasarkan Corak Pemakaiannya ada 2 macam Yaitu :
  • a. Modal Tetap adalah Modal yang tahan lama dan dapat dipakai berkali – kali untuk kegiatan produksi.
  • b. Modal Lancar adalah Modal yang hanya  dapat dipakai untuk proses produksi selama satu kali.
  • Berdasarkan Cara Pembentukannya : 
  • a. Pembentukan Secara Sukarela (Voluntary Saving). Misalnya : Simpanan – simpanan modal dari bank.
  • b. Pembentukan Secara Paksa (Force Saving). Misalnya : Penarikan pajak dari pemerintah.
  • Berdasarkan Sumbernya : 
  • a. Modal Individu adalah Modal seseorang yang dimiliki dari kekayaan yang memberikan pendapat bagi pemiliknya,
  • b. Modal Asing adalah Modal yang diperoleh dari luar perusahaan dan bertujuan untuk mengembangkan perusahaan.
  1. 12.  Apa yang saudara tahu tentang kebijakan public? apa yang di maksud dengan kebijakan dan berikan contohnya!

Berdasarkan berbagai definisi para ahli kebijakan publik, kebijakan publik adalah kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu di masyarakat di mana dalam penyusunannya melalui berbagai tahapan.

Sementara itu pakar kebijakan publik mendefinisikan bahwa kebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan atau tidak dikerjakan oleh pemerintah, mengapa suatu kebijakan harus dilakukan dan apakah manfaat bagi kehidupan bersama harus menjadi pertimbangan yang holistik agar kebijakan tersebut mengandung manfaat yang besar bagi warganya dan berdampak kecil dan sebaiknya tidak menimbulkan persoalan yang merugikan, walaupun demikian pasti ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan, disinilah letaknya pemerintah harus bijaksana dalam menetapkan suatu kebijakan (Thomas Dye, 1992; 2-4).

  1. 13.  Jelaskan perbedaan antara kebijakan dan kebijaksanaan! berikan contoh-contohnya!
  • kebijaksanaan

ke.bi.jak.sa.na.an
[n] (1) kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya): berkat — beliau, terlepaslah kita dr bahaya besar; (2) kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan dsb: perkara ini terserah kpd — orang tua si anak

 

  • kebijakan

ke.bi.jak.an
[n] (1) kepandaian; kemahiran; kebijaksanaan; (2) rangkaian konsep dan asas yg menjadi garis besar dan dasar rencana dl pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tt pemerintahan, organisasi, dsb); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sbg garis pedoman untuk manajemen dl usaha mencapai sasaran; garis haluan: — Pemerintah mengenai moneter perlu dibahas oleh DPR

 

  1. 14.  Untuk mendapatkan besarnya pendapatan nasional Indonesia maka badan pusat transaksi (BPS) biasanya menghitung dengan cara menjumlahkan nilai produktif produksi yang dihasilkan oleh sektor tertentu yang dianggap produktif.Sebutkan 9 sektor produktif di dalam ilmu ekonomi?
  2. 1.      Sektor Pertanian
  3. 2.      Sektor Mikro
  4. 3.      Sektor Pertambangan
  5. 4.      Sektor Perikanan
  6. 5.      Sektor Kuartener
  7. 6.      Sektor Manufaktur
  8. 7.      Sektor Pembiayaan modal
  9. 8.      Sektor Jasa
  10. 9.      Sektor Perbankan

 

  1. 15.   Apa yang dimaksud dengan logika ekonomi?

Logika ekonomi merupakan sebuah hasil pertimbangan pemikiran yang ilmiah

yang bertujuan untuk kemakmuran yang sebenar-benarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s